Peran Ayah Membentuk Rasa Percaya Diri Anak
Ayah sebenarnya juga memiliki peran penting dalam mengasuh anak. Meskipun banyak yang tidak menyadari, ternyata pola pengasuhan ayah memiliki peran yang besar dalam membentuk rasa percaya diri dan kecerdasan anak di masa datang. Memang tidak salah jika ibu dianggap memiliki peranan yang sangat penting. Tapi, bukan berarti ayah juga tak perlu mengasuh dan merawat anak sejak bayi. Ayah dan ibu sebenarnya adalah mitra sejajar dalam tumbuh kembang anak.
Menurut Erik H. Erikson, tokoh psikologi perkembangan anak, pada awal-awal kehidupan bayi harus terbentuk basic trust. Kehangatan dan kasih sayang yang di dapat bayi pada masa ini akan mempengaruhi apakah nantinya ia akan percaya dengan seseorang atau tidak.
Manfaat Tidur Siang Bagi Anak
Tidur siang dan tidur malam mempunyai manfaat sendiri-sendiri, jadi jangan abaikan dan remehkan dari kegiatan yang satu ini.
Definisi tidur adalah proses normal di mana tubuh manusia beristirahat. Namun di saat tidur, kegiatan bernapas, pengaturan suhu tubuh dan mekanisme otot tetap berfungsi.
Kualitas tidur yang baik adalah cukup waktu, tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar. Untuk usia pra sekolah waktu yang dibutuhkan ketika tidur siang sekitar 1,5 – 2 jam. Untuk batita sekitar 2 – 3 jam. Kebutuhan tidur siang berbeda-beda pada setiap tingkatan usia. Semakin bertambah usianya, maka kebutuhannya akan tidur siang semakin berkurang. Hingga memasuki usia 7 tahun, umumnya anak sudah tidak membutuhkan tidur siang lagi, walaupun ada beberapa anak usia sekolah yang masih melakukan kegiatan tidur siang.
Tips Mengembangkan Kreativitas Anak
Ingin si kecil kreatif? Tentu jawabannya pasti iya. Memberikan ragam mainan edukatif menjadi salah satu cara. Ada juga yang mendaftarkan si kecil ikut berbagai kursus hanya semata-mata agar minat, bakat, dan kreativitas berkembang optimal. Bagaimana agar bisa berjalan dengan baik? inilah triknya:
Kreativitas anak bisa diasah dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekililing kita, terutama di rumah. Contoh, anak bisa memanfaatkan sofa atau kursi tamu ibarat sebuah mobil atau bus. Bantal bulat bisa dijadikan setirnya. Contoh lain, kardus berkas televisi dan kulkas bisa di pergunakan sebagai rumah-rumahan.
Imajinasi anak yang begitu variatif dapat mengubah sebuah benda menjadi sesuatu yang lain. Sedang peralatan atau benda-benda kecil yang juga dapat dipakai sebagai sarana mengasah kreativitas anak. Di antaranya adalah kertas, kardus kecil / kaleng kecil, kain perca, kaus kaki, balok-balok, stik es krim, tanah liat, pasir dan sebagainya.
Dongeng Aktifkan Simpul Syaraf Pada Bayi
Sejak si kecil masih dalam kandungan, Rika sudah biasa mendongeng untuk anaknya. Banyak hal yang diceritakan, mulai dari aktivitas yang sedang dilakukannya sampai cerita-cerita sarat pesan moral yang dibaca dari beragam buku. Hingga anaknya lahir, Rika masih terus melakukan kebiasaan tersebut. Sambil memandikan, menyuapi dan bersiap tidur pun, ibu satu anak ini menyelipkan satu-dua cerita. Hasilnya? “Saya lihat perkembangan anak saya lebih cepat dibanding bayi-bayi seusianya. Saya rasa memang banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mendongeng pada anak sejak bayi,” ujarnya.
Ada lagi contoh nyata: seorang mempelai perempuan memilih satu lagu khusus untuk mengiringi pernikahannya. Ketika ditanya alasannya, dengan lugas ia menjawab, “Lagu ini rasanya akrab sekali di telinga saya. Katanya sewaktu bayi saya sering didongengi cerita yang tertulis sebagai syair lagu ini.” Wah, masa sih efek dongeng pada bayi bisa sedahsyat itu?
Seni Berbicara Pada Bayi
Memperkenalkan Nama Benda
Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh. Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada nama-nama benda di sekitarnya; bola, meja, kursi, kotak. Perkenalkan pula si kecil pada pohon, mobil, kucing, anjing, dan aneka obyek di luar rumah.
Menjadi Pendengar
Meski bayi belum mampu mengungkapkan keinginan atau gagasan lewat kata-kata yang jelas, sebaiknya mulailah ”mendengarkan” setiap ia ”mengungkapkan” sesuatu. Jadilah pendengar aktif. Usahakan mengira-ngira apa yang ingin bayi ungkapkan. Lalu, berikan respon. Misal, ”Oh, bagus sekali!” atau ”Apa betul?” Ajak pula bayi berdialog, meski ia hanya akan merespon dengan gumaman, gerakan, senyum atau bahasa tubuh lainnya.




