Family Blog

Keluarga Bahagia

Tips Mengembangkan Kecerdasan Otak Anak

Otak Anak

Otak adalah salah satu organ penting dalam tubuh yang berfungsi sebagai pusat kontrol, berpikir, emosi, kreativitas, intelegensi maupun tingkah laku. Dilihat dari fungsi otak, tidaklah heran jika para orangtua siap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kecerdasan anaknya.

Begitu pentingnya organ otak, namun jarang yang menyadari bahwa sebenarnya sel otak mulai dibentuk sejak usia dini Pertumbuhan otak yang sangat pesat  justru terjadi pada awal kehidupan. Itu sebabnya mengapa orang tua harus memperhatikan hal-hal yang menunjang kecerdasan, antara lain cukup gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak sejak janin atau bayi bila ingin anaknya cerdas.

Ada tiga hal yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang yaitu genetic, lingkungan dan gizi. Faktor genetik merupakan potensi dasar dalam perkembangan kecerdasan. Tetapi faktor genetik bukan yang terpenting, sampai saat ini berlum ada penelitian yang menunjukkan mana di antara ketiga faktor tersebut yang berperan lebih besar. Sebagai perbandingan, dalam ilmu peternakan misalnya, faktor genetik hanya berperan 30% menentukan produktivitas susu sapi perah.

Tetapi yang pasti, masa pesat tumbuh (growth spurt) otak berbagai organisme berbeda-beda. Pada manusia, masa cepat tumbuh otak terjadi pada masa kelahiran yakni sampai bayi berusia 18 bulan. Jumlah sel otak yang dicapai waktu lahir sekitar 66%, sedangkan berat otak baru mencapai 27 %.

Masa rawan otak dapat terjadi pada berbagai fase. Tetapi otak sebenarnya paling rentan terhadap kekurangan gizi pada masa pesat tumbuh yaitu pada minggu ke-30 usia kehamilan sampai dengan 18 bulan sesudah lahir.

Kekurangan protein KEP (kekurangan energi protein) yang terjadi pada saat janin berada dalam kandungan akan berdampak pada kurangnya berat otak sampai 13%. Berkurangnya berat otak ini karena jumlah sel otak berkurang demikian pula ukurannya. Berkurangnya jumlah sel otak disebabkan oleh terhambatnya sintesis protein.

Mengingat ketika baru lahir dicapai 66% jumlah sel otak, maka bisa diduga KEP sesudah lahir akan mempengaruhi perkembangan otak. Defisit perkembangan otak akan sulit dikejar karena masa cepat tumbuhnya hanya berlangsung sampai usia 18 bulan. Dampak KEP sesudah lahir adalah berat otak sebelum berkurang 25%.

Dampak KEP ini juga menyebabkan mielinisasi adalah proses pembentukan myelin yang berfungsi sebagai penghantar impius. KEP menyebabkan IQ berkurang kemampuan bentuk pengenalan geometrik rendah dan kemampuan konsentrasi rendah.

Ada anggapan bahwa faktor sosial dan lingkungan dianggap lebih penting dalam menentukan kecerdasan seorang anak, artinya anak-anak yang kekurangan gizi bisa mengejar perkembangan mentalnya bila hidup dalam sosial dan lingkungan yang baik.

Tetapi karena teoritis, sebenarnya faktor sosial dan lingkungan berperan kecil bila kekurangan gizi terjadi pada masa cepat tumbuh otak, karena kekurangan yang terjadi pada masa tersebut bersifat irreversible (tidak dapat pulih).

About these ads

Juli 22, 2010 - Posted by | Tips dan Trik

2 Komentar »

  1. ternyata susah juga jadi calon seorang guru anak usia dini
    tapi aku tetap semangat 45,seperti semangatnya para pejuang…he…he

    Komentar oleh rhom ciuts | Januari 7, 2012 | Balas

  2. vitamin apa yach yang bagus untuk merangsang tumbuh kembang otak???

    Komentar oleh emil | Maret 16, 2012 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: