Family Blog

Keluarga Bahagia

Ragam Ketakutan Anak Dan Cara Mengatasinya

1. Binatang Kecil

Banyak anak takuta dengan bintang kecil yang geraknya tidak dapat diperkirakan, seperti serangga dan tikus.

Cara mengatasi:

Bila rasa takut ini karena meniru orangtuanya, maka cara yang paling jitu untuk mengatasinya adalah dengan memberi contoh. Tunjukkan bahwa orang tua tidak tiket dengan binatang tersebut. Orang tua harus mampu mengendalikan rasa takutnya namun, bila bukan karena meniru, orang tua dapat membantu anak melawan rasa takut itu dengan mengajak anak mengamati gambar binatang kecil yang ditakuti, kemudian ajaklah untuk mengamati langsung binatang itu jelaskan dan tegaskan, beberapa dari binatang kecil itu tidak perlu ditakutkan beberapa bahkan bermanfaat seperti kecoa untuk memakan kuman-kuman yang ada di kamar mandi. Tapi, meski tidak berbahaya, binatang itu jangan dipegang / diganggu karena dapat menggigit.

2. Gelap

Ruangan yang gelap sangat menakutkan bagi anak. Saat lampu dimatikan pada waktu malam, banyak anak merasa ketakutan.

Cara mengatasi:

Lawan rasa takut itu dengan cara mengajak anak pada suasana gelap. Sebelumnya, bawalah senter / lilin. Tenangkan dan berikan penjelasan, ketika dalam gelap ada cara untuk mengatasinya yakni dengan membawa alat penerangan.


3. Binatang Besar dan Galak

Bayangkan binatang yang menyeringai dan kuku yang siap mencakar membuat anak kerap merasa takut

Cara mengatasi:

Berikan penjelasan bahwa binatang besar itu membahayakan sehingga mereka di kerangkeng atau diikat. Jadi, tidak akan dilepas dengan begitu saja. Agar aman, melihatnya cukup dari kejauhan. Perkenalkan juga binatang tersebut melalui gambar dan minta anak untuk mewarnainya. Ketika anak sudah familiar ajak untuk melihat binatang aslinya dari kejauhan. Tegaskan, binatang buas itu ditempatkan di kandang, jadi tidak akan membahayakan

4. Kotoran

Beberapa anak yang bersih dan rapih terkadang merasa takut jika melihat kotoran di tangan atau pakaian mereka.

Cara mengatasi:

Berikan penjelasan, tanah yang menempel di tangan itu dapat dicuci bersih dengan sabun dan air. Kemudian, ajaklah anak mencuci tangan. Tentunya orang tua harus mencontohkan ketika tangan terkena tanah atau kotoran lain, setelah di cuci dengan air dan sabun akan menjadi bersih lagi.

5. Air

Beberapa anak bersikap biasa saja ketika matanya terkena air dan sabun saat keramas. Tetapi sebagian anak bisa teriak ketakutan hingga histeris saat dimandikan atau keramas.

Cara mengatasinya:

Jelaskan, air tidak menakutkan, justru banyak memberikan manfaat dan rasanya menyegarkan. Ajak anak menyentuh air langsung, biarkan ia bermain-main dengan air. Bila anak sudah merasa familiar, niscaya ia akan berani mencoba.

6. Cedera

Sebagian anak gemar menantang bahaya tanpa rasa takut. Tapi, ada pula yang tidak berani bereksplorasi dalam segala kondisi karena takut cedera.

Cara mengatasi:

Jelaskan, agar tidak cedera, dia harus lebih berhati-hati. Kalo sedang jalan di titian balok, sesekali lihatlah ke bawah, sehingga arah jalannya terkontrol dan tidak membuat jatuh atau jelaskan untuk menggunakan alat pengaman atau pelindung sebelum melakukan aktivitas, sehingga tubuhnya akan terlindungi.

7. Kegagalan

Anak memilih tidak melakukan kegiatan baru – apapun bentuknya – karena takut gagal.

Cara mengatasinya:

Jelaskan, kegagaln setelah mencoba malah akan membuat kita menjadi lebih pintar mengerjakan suatu kegiatan. Jadi, jangan takut gagal. Untuk melawan takut gagal, dampingi anak saat pertama kali melakukan aktivitas / kegiatan tertentu. Bangun semangatnya agar mau mencoba. Dengan perhatian dan ketekunan, niscaya di pra sekolah akan berani mencoba.

Oktober 20, 2009 - Posted by | Psikologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: