Family Blog

Keluarga Bahagia

Nonton Film-nya Kok Yang Itu-Itu Lagi…?

Teletubbies lagi…Teletubbies lagi…atau Dora lagi…Dora lagi…kenapa kok tidak ada bosan-bosannya menonton film yang itu-itu saja?

Mungkin banyak dari para orangtua yang mempunyai batita seperti ini. Bagi kita memang sangat membosankan bila harus mengulang-ngulang cerita yang sama, tapi ternyata tidak demikian halnya dengan si batita. Justru hal itu merupakan momen yang menyenangkan baginya.

Perlu diketahui, kemampuan memahami dan menangkap bahasa pada usia batita masih terbatas. Saat film yang ditonton atau cerita yang dibacakan, dia membutuhkan konsentrasi penuh untuk memahami setiap kata atau gambar yang diucapkan atau ditampilkan.

Pada kasus menonton film, memori anak belum berkembang dengan baik, orangtua mungkin saja mengatakan, film ini sudah ditonton berkali-kali, tapi anak tidak demikian, kemampuan memori jangka pendek dan panjang anak belum optimal. Tak heran, anak kadang lupa apa yang telah dikerjakannya kemaren, sehingga hal yang diulang-ulang seperti hal yang baru baginya.

Selain itu, batita juga umumnya menolak pada perubahan. Segala hal yang baru kadang membuatnya rewel. Dia lebih menikmati sesuatu yang sudah diketahuinya. Sebab lain, penguasaan batita terhadap jalan sebuah cerita atau film, membuatnya bisa lebih aktif dan responsif. Anak bisa menebak apa yang terjadi, atau lebih merespons setiap kejadian.

Jadi, pengulangan adalah proses belajar kepada anak. Orangtua harus mampu dan menikmati pengulangan itu demi anak. Cobalah saat membacakan cerita lakukan dengan berbagai gaya yang kreatif agar tidak membosankan, baik untuk orangtua maupun si batita itu sendiri.

Dan pada saat menonton film, arahkan anak untuk memahami isi dari suatu cerita itu, dengan mengulang-ngulang kata-kata pada film atau membuat pertanyaan seputar film yang sedang ditontonnya untuk dijawabnya, baik dengan kata-kata maupun dengan menunjuk gambar. Jika si batita mampu menjawabnya dengan idenya sendiri atau arahan dari orangtua, hal itu akan menjadi kesenangan dan kebanggaan tersendiri karena ia telah mampu menunjukkan kemampuannya dan hal itu juga akan membuat kecerdasan lainnya berkembang, seperti kecerdasan geras, imajinatif, bahasa dll.

Kelak suatu saat, proses menonton berulang-ulang pada si batita akan menghilang dengan sendirinya. Di usia berapa? Hanya anak yang tahu.

Di usia ini (batita), otak anak berkembang dengan pesat. Masa ini adalah masa tepat untuk mengperkenalkan hal-hal yang baru. Jadi walaupun si anak inginnya yang itu-itu saja, namun kita sebagai orangtua wajib untuk mengenalkan sesuatu yang baru untuk si anak, agar si anak lebih kreatif dan inovatif dalam berpikir.

November 18, 2009 - Posted by | Batita

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: