Family Blog

Keluarga Bahagia

Cara Menghadapi Kemarahan Anak Dengan Bijak

Marah merupakan keadaan emosi / ekspresi ketidaksenangan yang muncul karena anak merasa diperlakukan tidak menyenangkan atau tidak terpenuhi keinginannya atau juga merasa tidak diperhatikan oleh orang-orang dilingkungan sekitarnya.

Pada masa balita / prasekolah, ekspresi pada kemarahannya lebih terlihat kuat jika dibandingkan pada masa batita. Karena hal ini berkaitan dengan perkembangan kognisi, mental, kemampuan berbahasa dan berkembangnya motorik kasar dan halusnya.

Mengekspresikan kemarahan, sebenarnya sah-sah saja dilakukan, karena dengan begitu, setidaknya si balita / prasekolah telah melepaskan dan menunjukkan kondisi emosinya. Tetapi si anak juga harus diarahkan bagaimana ia dapat mengelola dan mengekspresikan rasa marahnya dengan baik tanpa harus menyakiti diri sendiri, orang lain maupun merusak benda-benda yang ada disekitarnya.

Orangtua dapat mengetahui jenis-jenis ekspresi kemarahan si batita agar dapat melakukan penanganan yang tepat dan sesuai.

Destruktif

Kemarahan yang pelampiasannya pada membanting barang, teriak-teriak, memukul, mendorong, mencubit atau merusak benda yang ada disekitarnya.

Solusi: Kemarahan yang bersifat destruktif haruslah dilarang dengan ketegasan. Beri penjelasan dan tekanan halus, bahwa dengan tingkahnya seperti itu ketika marah akan berdampak kerugian yang akan dialami olehnya, orang lain dan benda-benda atau barang-barang yang dirusaknya.

Memang, penanganan bagi anak destruktif tidaklah mudah. Malah bisa saja terjadi, karena larangan dari orangtua, si anak malah tambah jadi untuk melakukan yang lebih destruktif lagi.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan lakukan beberapa cara:

  1. Singkirkan barang yang sedang dipegangnya dan jauhi anak lain/yang lebih kecil dari dia agar menjauh
  2. Usahakan menarik / menggiring si anak ke tempat yang tidak terlalu banyak barang.
  3. Jangan biarkan memberikan kesempatan untuk melampiaskan emosinya untuk lebih brutal lagi.
  4. Berikan waktu / kesempatan si anak untuk cooling down, dengan menenangkan diri, diharapkan emosinya akan mereda. Setelah tampak tenang lakukan pembicaraan empat mata dari hati ke hati, kenapa ia bisa melakukan seperti itu.

Kemarahan yang bersifat destruktif bisa disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Perilaku anak memang agresif.
  2. Mencari perhatian.
  3. Meniru orang lain.

Self Withdraw

Ekspresi kemarahan dengan tindakan menangis sendirian di dalam kamar, sama sekali tidak mau bicara (sudah ditanya berulang-ulang) dan mengepal-ngepalkan sendiri tangannya.

Solusi:

  1. Redakan kekesalannya dengan mengucapkan kata-kata yang halus dan menenangkan hati, seperti memeluk dan membelainya.
  2. Beri waktu beberapa saat untuk melakukan pembicaraan.
  3. Jangan memaksa untuk berbicara, jika ia belum mau untuk membuka mulut untuk berbicara.

Self Multilating

Ekspresi kemarahan dengan tindakan menyakiti dirinya sendiri, contoh: membentur-benturkan kepalanya ke tembok atau ke lantai, memukul-mukul badannya sendiri atau mencakar-cakar kulitnya sendiri.

Bentuk amarah ini umumnya karena anak mencari perhatian terhadap orang di sekelilingnya, dengan berupaya menyakiti dirinya sendiri maka ia berharap akan mendapatkan perhatian dan keinginannya terkabul.

Solusi:

Beraktinglah, seolah-olah tidak memperhatikannya / tidak menunjukkan perhatian atau empati. Jika kita menunjukkan perhatian apalagi panik, dikhawatirkan malah akan menambah tingkahnya semakin menjadi.

Tetaplah mengawasinya untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang membahayakan. Setelah emosi mereda, ajaklah berbicara dengan komunikasi yang positif, beri perhatian yang cukup, curahkanlah kasih sayang yang baik, Insya Allah, emosi ini tidak terjadi lagi. Dan juga perhatikan lingkungan di sekitar anak pada saat emosi, singkirkan benda-benda tajam dan yang berbahaya.

November 20, 2009 - Posted by | Psikologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: