Family Blog

Keluarga Bahagia

Mengelola Kemarahan Anak Dengan Positif

Home Sweet Home

Rumah yang nyaman akan membuat si anak tumbuh menjadi anak yang berpikir positif dengan kondisi emosi yang stabil. Umumnya anak yang nyaman dengan dirinya, dapat lebih mengontrol emosi kala mengekspresikan kemarahannya.

Ajari Anak Mengontrol Diri

Belajar mengontrol diri penting diberikan pada anak. Salah satu caranya dengan tidak selalu mewujudkan keinginan anak. Kala si kecil minta sesuatu, cobalah untuk tidak selalu mengabulkannya. Jelaskan padanya alasan yang masuk akal karena tidak membelikan apa yang jadi keinginannya. Lalu berkomunikasilah untuk mengatasi rasa kecewa anak. Menahan diri kala tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya dapat menguatkan kemampuan anak untuk mengontrol dirinya.

Contohkan Yang Baik-Baik

Penelitian menunjukkan, jika anak diasuh oleh orangtua yang sering marah, maka anak pun mudah marah karena kemampuan memahami emosinya minim. Sebaliknya, jika orangtua mencontohkan ekspresi kemarahan secara baik maka anak akan belajar mengikuti apa yang dilakukan orantuanya. Orangtua pun harus bertanggungjawab terhadap apa yang ia lakukan di depan anak, maka contohkanlah yang baik-baik.

Kenalkan Perasaan Marah Pada Anak

Marah bisa disebabkan karena anak kesal, kecewa, cemburu, tersinggung, disakit dsb. Cobalah kenalkan pada anak perasaan-perasaan itu. Hal ini untuk mengidentifikasi perasaannya sendiri. Dengan mengenalinya maka ia akan belajar untuk mengontrol perasaannya.

Pengenalan akan berbagai perasaan ini bisa juga melalui buku cerita. Anak umumnya suka sekali didongengi sehingga dia mudah menyimak apa yang kita katakan. Ceritakanlah kisah-kisah tentan orang / binatang yang punya sifat pemarah. Jika tokoh yang kita ceritakan selalu marah-marah, maka ia tidak akan disukai oleh teman-temannya. Anak akan menangkap nilai moral dari cerita itu, yakni jika ia sering marah, maka tidak akan disukai oleh orang lain.

Akui Jika Anak Emosi

Jika anak marah, akui dan terima. Respons kita yang negatif (seperti memarahi anak balik) akan membuat ia merasa tidak dihargai. Tingkah lakunya pun akan semakin negatif dan di kemudian hari anak bisa jadi tidak maku terbuka dengan orangtuanya.

Ajari anak bagaimana menyalurkan emosi dengan tepat dan menyenangkan, seperti dengan mendengar musik/film lucu, menggambar/bermain. Setelah emosi mereda, biasakan anak untuk sharring. Hal ini akan berguna untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Dengarkan Suara Anak

Jadilah pendengar yang baik, ketika anak berkeluh kesah, curhat, protes, atau bahkan mengkritik Anda. Ciptakan komunikasi dua arah secara baik untuk menjelaskan apa yang ia keluhkan, ia curhatkan, ia kritik. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi psikis anak sehingga dapat membuat emosinya lebih stabil.‘‘

Baca Juga:

Cara Menghadapi Kemarahan Anak Dg Bijak

Desember 2, 2009 - Posted by | Psikologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: