Family Blog

Keluarga Bahagia

Tips Memilih Obat Batuk Bebas

Membeli obat batuk bebas yang tersedia di pasaran, pemakaiannya harus tepat. Sebaiknya kita tahu zat-zat aktif yang ada pada obat batuk bebas agar terhindar dari pemakaian yang salah. Umumnya obat batuk terdiri dari atas:

Antitussif

Merupakan zat utama pada obat batuk, dan terbagi menjadi dua macam:

* Zat pereda batuk, seperti Dexomenthorpan HBr, Dexomenthorpan HCl, Noscapine. Fungsinya menekan syaraf batuk agar tidak mengeluarkan lendir atau dahak, tetapi mengakibatkan kantuk ringan dan mual.

* Zat ekspektoran, seperti Ammonium Klorida, Gliseril Guaikolat, Thiokol, Ipeka. Fungsinya, mendorong keluarnya zat-zat asing dari paru-paru, dengan mengencerkan lendir. Bekerja dengan merangsang permukaan lambung tetapi menimbulkan rasa mual dan muntah.

Anthihistamin

Dikenal sebagai antialergi, seperti Diphenhydramin HCl, Doxsilamina Sukisinat, Klorfeniramin Maleat (CTM), Bromhexine HCl, Karbinoksamina Maleat. Fungsinya dalam obat batuk kurang jelas, tetapi mengakibatkan kantuk. Sering dipromosikan dapat membantu mengeringkan hidung yang beringus dan melegakan pernapasan. Nyatanya kurang bermanfaat bahkan menyebabkan napas menjadi kering dan nafsu makan berkurang. Hanya bermanfaat bagi penderita yang perlu banyak tidur.

Simpatomimetik

Dikenal sebagai dekongestan, atau pelega hidung seperti Efedrina HCl, Fenilpropanolamin HCl. Fungsinya merangsan saluran pernafasan bagian atas untuk meringankan pernafasan. Tapi bekerjanya tidak lama, malah sumbatan yang terjadi semakin berat. Pemakaian yang terlalu lama dapat menipiskan lapisan rongga hidung dan bila dikonsumsi secara berlebihan akan mengganggu fungsi organ tubuh (jantung berdebar, meningkatkan tekanan darah)

Sedatif

Seperti Ammonium Bromida, Natrium Bromida. Fungsinya sebagani penenang atau pereda, hanya saja efeknya baru bekerja setelah beberapa hari. Karena ekskresinya lambat dapat menimbulkan pekerjaan yang berat untuk ginjal.

Zat-Zat lain

Seperti Antispasmium (anti kontraksi otot), antikoagulan (mencegah pembekuan darah), analgesik / antipiretik (menurunkan panas / mengurangi rasa sakit), antiemetik (anti mual).

Label

Jelaslah, bahwa obat batuk memiliki komposisi yang beragam. Jangan malas membawa label untuk memilih obat yang tepat. Sebab, banyak yang isi zat aktifnya berlawanan dengan khasiatnya. Seperti zat untuk mengeluarkan dahak disatukan dengan zat untuk menahan batuk. Pilih yang komposisinya paling sedikit. Semakin banyak jumlah zat pada satu komposisi, semakin berkurang khasiat utamanya. Hal itu disebabkan adanya saling pengaruh antar zat aktif.

Sebagai contoh, untuk obat batuk berdahak, minumlah yang mengandung ekspektoran. Untuk batuk yang tidak berdahak, minum zat antitussif. Untuk batuk pilek, minum pereda batuk dengan zat simpatomimetik. Sedangkan untuk batuk demam, pilih yang komposisinya berisi zat utama dan antipiretik.

Desember 9, 2009 - Posted by | Obat, Tips dan Trik

2 Komentar »

  1. Trims ats infox,smg tuhan mmbls kebaikan n diberi kedudukan yg kuat
    (Terima kasih juga atas doanya)

    Komentar oleh Yh | Maret 8, 2010 | Balas

  2. Terimakasih informasinya. Semoga Yang Maha Kuasa Membalas kebaikkan Budimu

    Komentar oleh Saragih | Mei 5, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: