Family Blog

Keluarga Bahagia

Cerdas Motorik Lewat Bermain

Bayi sangat menikmati permainan bersama ayah dan bundanya. Kecerdasan motoriknya pun berkembang pesat.

Anda berdua pasti ingin memberikan stimulasi yang tepat agar segenap potensi kecerdasan si kecil berkembang optimal. Caranya? Tak perlu repot. Sering-seringlah mengajak si kecil bermain.

Ya, bermain memang sangat membantu si kecil mengembangkan segala potensinya. Termasuk, keterampilan motoriknya, baik itu motorik halus maupun motorik kasar. Asyik ‘kan… sambil bermain, Anda bisa mengasah kecerdasan kinestetik si kecil.

* Lahir – 2 bulan

Anda mungkin belum bisa memberikan benda apa pun untuk dimainkan si kecil. Maklumlah, dia kan masih dalam masa penyesuaian diri dengan lingkungan baru.

Gerakannya saat ini sebagian besar masih berupa gerak refleks (refleks mengisap, menggenggam, dan sebagainya). Untuk Anda tahu, otot-otot bayi berusia 1–2 bulan masih lemah dan belum berfungsi dengan baik.

Permainan yang dianjurkan:

Ajak bayi Anda melakukan permainan yang tidak menuntut aktivitas gerak. Anda bisa memasang poster gambar hitam-putih, mainan warna-warni yang digantung di boksnya, meniup wajahnya dengan sedotan, atau memperdengarkan musik sambil berdansa bersama si kecil dalam dekapan Anda.

Usia 3-4 bulan

Jika dalam 2 bulan pertama gerakan bayi masih dikuasai berbagai refleks, kini ia mulai dapat menggerak-gerakkan tubuhnya atas kemauan sendiri. Otot lehernya pun sudah lebih kuat, sehingga bayi dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Ia bahkan sudah kuat ditengkurapkan.

Lengan dan kakinya pun sudah lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Pada masa ini, yang terpenting adalah kemampuan mengangkat tangan ke depan wajahnya lalu mengamati jemarinya sendiri.

Jari-jemarinya pun kini dapat ia gerak-gerakkan. Jika Anda memperlihatkan mainan berwarna cerah, si kecil akan berusaha menggapainya dengan penuh semangat. Jika ia berhasil meraihnya, si kecil pun akan menggenggam dan memindahkannya dari satu tangan ke tangan yang lain.

Seiring dengan berkembangnya gerakan tangan dan lengan bayi, gerakan kakinya juga meningkat pada bulan ini. Selain itu, ia pun dapat menggerakkan seluruh tubuhnya.

Permainan yang dianjurkan:

* Anda dapat menggantung benda-benda yang ringan, seperti balon atau kertas di atas boksnya (dekat kaki bayi). Biarkan kakinya menendang-nendang benda-benda tersebut. Lambat laun, ia akan menyadari bahwa tendangannyalah yang menyebabkan benda itu bergerak.
* Untuk keterampilan tangannya, gantunglah mainan yang bisa diraihnya. Usahakan mainan tersebut terikat dengan baik, sehingga tidak bergerak bila disentuh olehnya.
* Cobalah lakukan “pijat”, berupa sentuhan lembut namun mantap. Selain merupakan ekspresi kasih sayang Anda, kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan rangsangan taktil (berkaitan dengan sentuhan dan rabaan) yang sangat bermanfaat. Misalnya, membuat anak lebih waspada, tenang, dan merasa nyaman, serta melancarkan peredaran darah.

* Beberapa gerakan olah tubuh, seperti:
– Arm strecth (meregangkan lengan) dengan cara mengangkat satu tangan bayi ke atas secara bergantian saat ia dalam posisi telentang.
– Telentangkan si kecil lalu gerakan kedua kakinya seperti dia mengayuh sepeda. Gerakan ini untuk melatih otot-otot kakinya.
– Dari posisi telentang, coba Anda angkat tubuhnya dengan menarik kedua tangannya (khusus bagi bayi yang otot lehernya sudah kuat). Pura-puranya, si kecil sedang sit-up!
· Usia 5-7 bulan

Otot-otot tangan dan kaki si kecil kini kian kuat. Ia makin aktif menggunakan kedua kakinya untuk menendang, menggeser, atau mendorong. Otot leher dan punggungnya pun kini lebih kuat. Ia dapat membalikkan, menggulingkan, bahkan menggeser badannya. Akhirnya, ia dapat duduk sendiri tanpa bantuan orang lain di usia sekitar 7 bulan.

Kepandaian lainnya adalah kemampuannya menggenggam barang. Setelah pandai menggenggam, ia akan menikmati aktivitas menjatuhkan dan melempar benda-benda. Lalu di usia sekitar 7 bulan, si kecil dapat menggunakan jari dan ibu jari bersama-sama untuk sebuah tujuan, misalnya mengambil mainan.

Di usia 6-7 bulan, gigi-geligi bayi mulai tumbuh. Biasanya, si kecil merasa gatal pada gusinya dan selalu ingin menggigit sesuatu. Ia senang memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Apa pun yang Anda berikan padanya akan dimasukkan ke dalam mulutnya dalam rangka memenuhi rasa ingin tahunya.

Permainan yang dianjurkan:

* Berikan benda dari arah yang berbeda sehingga ia harus “bekerja keras“ untuk menggapainya. Anda dapat memberikan botol plastik, atau mainan dari plastik yang bentuknya panjang.
* Berhubung si kecil sekarang senang “melempar“ benda-benda, cobalah memberinya benda-benda ringan yang bisa dilemparnya, seperti boneka, botol plastik, bola atau bantal.
* Karena sekarang ia senang memasukkan benda ke dalam mulutnya, berilah teether atau handuk kecil bersih untuk digigitnya.
* Si kecil pasti senang jika diajak berdansa bersama, atau ajak ia bouncing (melompat-lompat) di atas pangkuan Anda.
* Duduklah di sampingnya, sehingga ia akan terangsang untuk berguling mendekat ke arah Anda, atau letakkan mainan favoritnya di dekatnya.
* Main gerobak tangan (wheelbarrow). Caranya, dengan posisi bayi telungkup, pegang panggulnya, dan secara perlahan angkat tubuhnya. Ini adalah latihan yang baik untuk jungkir balik.

Usia 8-10 bulan

Masuk usia 8 bulan, kemampuan motorik bayi sudah makin berkembang. Ia dapat berputar, dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lain. Ia pun senang memukul-mukul benda dengan menggunakan kedua tangannya.

Kepandaian lain yang berkembang mulai usia 8 bulan ini adalah merangkak maju dan mundur. Bayi makin pandai berubah posisi, dari telungkup atau telentang kemudian akan mencoba merangkak. Lalu, karena otot leher, kaki dan tangannya sudah makin kuat, ia pun kian percaya diri. Dari posisi duduk, kini si kecil dapat bangkit dengan berpegangan pada benda lain (biasanya perabot rumah tangga seperti meja atau kursi).

Bagaimana dengan kedua tangannya? Wah, makin sibuk! Jika tangan yang satu menggenggam objek dan Anda memberikan objek lain, maka ia akan menggenggam benda kedua tanpa melepaskan benda pertama. Ia pun sudah pandai memberikan benda kepada orang lain tanpa bersungguh-sungguh ingin memberikannya. Jika diberi biskuit, si kecil bisa memegangnya sendiri, menggigit, dan mengunyahnya. Selain itu, ia senang memasukkan jari-jemarinya ke lubang kecil yang terbuka.

Permainan yang dianjurkan:

* Ayah atau bunda, duduklah agak jauh dari si kecil sambil memangku boneka kesayangannya. Goda agar ia datang ke pangkuan Anda. Biarkan ia merangkak untuk menjangkaunya. Ini bagus untuk melatihnya merangkak.
* Cobalah bermain merangkak bersama. Pura-puranya, Anda sedang berlomba dengannya untuk mengambil mainan.
* Berikan mainan, dan biarkan ia menggenggamnya. Lalu, pura-puralah untuk memintanya.
* Berikan beberapa mainan yang bisa dipukul-pukul, seperti balok-balok plastik atau gelas plastik.

Usia 11–12 bulan

Wow, kini bayi Anda makin gagah! Ia sudah bisa mengontrol otot punggung dan bahu sehingga bisa duduk tegak. Dengan menggunakan kekuatan otot dan lengannya, si kecil dapat menarik tubuhnya ke posisi berdiri, kemudian menurunkannya dengan cara berpegangan pada perabot rumah.

Kini, si kecil mampu berdiri dan berjalan merambat sambil berpegangan pada meja atau kursi yang kuat menyangga berat badannya. Ia juga sudah bisa mengangkat tubuhnya untuk berdiri sambil berpegangan, kemudian perlahan melepaskan pegangan dalam beberapa detik, lalu buk… ia jatuh terduduk karena keseimbangannya belum sempurna.

Perlahan tapi pasti, ketika ia sudah dapat berdiri sendiri, si kecil akan mencoba berjalan beberapa langkah, dan kemudian jatuh terduduk. Biarkan saja. Ketika merasa sudah siap, ia akan berjalan dengan mantap. Umumnya, bayi sudah dapat berjalan di saat usianya menginjak setahun.

Bagaimana dengan keterampilan tangannya? Hmmm… si kecil lagi senang memasukkan dan mengeluarkan balok-balok dari kotak. Ia juga senang memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil objek-objek kecil atau serpihan makanan.

Permainan yang dianjurkan:

* Letakkan mainan favoritnya di atas kursi yang agak tinggi, lalu biarkan ia berusaha mengambil mainan itu sendiri. Pastikan perabot kursi tersebut dapat menyangga berat badannya.
* Sediakan beberapa container atau kotak dan benda-benda yang cocok ukurannya untuk dimasukkan ke dalamnya, seperti kaus kaki, serbet, kartu mainan, dan balok-balok dari plastik. Biarkan ia memasukkan benda-benda itu ke dalam container untuk kemudian mengeluarkannya lagi.
* Sediakan potongan wortel atau apel (ingat, potongannya jangan terlalu kecil agar si kecil tidak tersedak), lalu sodorkan pada bayi Anda. Lihat apakah ia akan mengambil makanan tersebut dengan ibu jari dan telunjuknya. Mungkin, Anda akan menikmati keseriusan si kecil yang menggemaskan.

Nah, selamat bermain bersama si kecil! Namun penting diingat, seberapa besar pun yang Anda lakukan, Anda tidak dapat membuat si kecil mencapai tahap-tahap perkembangan lebih cepat dari rentang usia normalnya. Jadi, sebaiknya yang Anda lakukan adalah membantu agar si kecil tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin. (Laila Andaryani Hadis)

Baca Juga:

5 Permainan Motorik Halus

Fase Perkembangan Motorik Kasar Bayi

Desember 10, 2009 - Posted by | Bayi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: