Family Blog

Keluarga Bahagia

Peran Ayah Membentuk Rasa Percaya Diri Anak

Ayah dan Anak

Ayah sebenarnya juga memiliki peran penting dalam mengasuh anak. Meskipun banyak yang tidak menyadari, ternyata pola pengasuhan ayah memiliki peran yang besar dalam membentuk rasa percaya diri dan kecerdasan anak di masa datang. Memang tidak salah jika ibu dianggap memiliki peranan yang sangat penting. Tapi, bukan berarti ayah juga tak perlu mengasuh dan merawat anak sejak bayi. Ayah dan ibu sebenarnya adalah mitra sejajar dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Erik H. Erikson, tokoh psikologi perkembangan anak, pada awal-awal kehidupan bayi harus terbentuk basic trust. Kehangatan dan kasih sayang yang di dapat bayi pada masa ini akan mempengaruhi apakah nantinya ia akan percaya dengan seseorang atau tidak.

Ayah juga punya peran besar dalam pembentukan intelektual bayi. Bahkan, ada yang beranggapan peran ayah lebih besar ketimbang peran ibu. Peran ibu biasanya berkaitan dalam hal pemenuhan kebutuhan caring dan loving pada bayi, tapi ayah lah yang meletakkan dasar-dasar pertama yang membentuk bayi menjadi orang yang bisa menghadapi masalah atau memiliki keahlian problem solving yang bagus.

Namun, tentu tak semua ayah sadar akan peranan pentingnya di rumah. Maka, tugas Anda-lah (sang istri) untuk membantunya agar bisa dan mau lebih dekat lagi dengan si kecil. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

  1. Dukunglah ia untuk menjadi ayah. Ada banyak hal yang tidak Anda berdua ketahui tentan bayi yang baru lahir. Untuk mengasuhnya maka perlu banyak observasi. Begitu pula dengan pasangan Anda. Meskipun ayah tidak ikut berperan memberikan ASI, banyak hal lain yang bisa dilakukannya, seperti memandikan, menimang, atau membuat bayinya merasa nyaman, merupakan tindakan pengasuhan yang juga bisa dilakukan ayah.
  2. Hati-hati dengan sikap terlalu hati-hati. Ibu biasanya sangat menyayangi, melindungi dan terlalu perhatian pada bayinya. Jadi, sangat sulit untuk bisa benar-benar membiarkan orang lain merawat bayinya. Bagaimanapun lelahnya kita, dan bagaimana inginnya kita dibantu, kita seringkali terlalu ikut campur dengan orang yang menolong kita. Karena itu, hindari sifat terlalu menginstruksi.
  3. Hati-hati dengan sindrom orang tua junior/orang tua senior. Banyak di antara kita yang percaya bahwa wanita adalah orang tua yang hebat secara alami. Kita secara sadar dan tidak bertindak dengan cara yang memberitahu kaum pria bahwa mereka harus selalu lebih rendah peranannya dalam keluarga dibanding wanita. Jika hal ini sesuai dengan keinginan kedua orang tua, mungkin akan berjalan dengan baik. Tapi akan lebih baik lagi bila Anda mencoba mengarah pada peran orang tua yang setara.
  4. Saling mendukung sebagai orang tua. Menjadi orang tua merupakan suatu pekerjaan yang tak terlihat. Penting bagi Anda berdua untuk membicarakan berbagai cara terbaik untuk saling memberikan dukungan sebagai orang tua.
  5. Buat rencana “waktu khusus bersama bayi Anda”. Sangat sulit bagi pasangan Anda untuk menemukan dirinya sebagai orang tua secara seutuhnya. Adanya “waktu khusus bersama bayi” akan membuat setiap orang tua menemukan keahlian menjadi orang tua mereka sendiri yang unik, dan membangun rasa percaya diri yang akan menjadikan mereka.
  6. Bicarakan bersama pasangan tujuan parenting Anda. Kebanyakan dari kita memulai diskusi mengenai pengasuhan anak mulai dari merek popok dan kereta dorong yang akan dimiliki. Penting juga untuk mendiskusikan mengenai visi yang dipegang dalam rumah tangga dan keluarga Anda, mana yang akan diterapkan dan mana yang tidak sesuai. Kompromi merupakan kuncinya.
  7. Berdiskusilah dengan keluarga lain yang juga melakukan pengasuhan yang melibatkan ayah. Membagi merawat anak Anda dengan pasangan memiliki banyak tantangan dan juga keuntungan. Bicaralah dengan keluarga lain yang juga menerapkan hal ini. Tanyakan bagaimana mereka melakukannya, hambatan apa yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya.

Desember 28, 2009 - Posted by | Ayah, Psikologis

2 Komentar »

  1. artikel yang bagus, I like it’s

    Komentar oleh yuli | Maret 17, 2010 | Balas

  2. makasi ats info blog nya,,,
    mudah2an saya dapt menjadi ayah yg baeik bg keluarga

    Komentar oleh isun | November 4, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: